Benda Pusaka Aborigin Australia Ditemukan di Jerman

Keberadaan artefak tak diketahui
Mark Wilson, petugas kearsipan pada Australia Institute of Aborigin dan Torres Strait Islander Studies yang secara pribadi mendukung rombongan tersebut, mengatakan sangat mungkin artefak ini diambil pada saat bersamaan dengan pengambilan perisai Cooman.
"Pendaratan [Kapten Cook] maju sampai ke pantai tempat gubuk-gubuk yang telah dikosongkan dengan terburu-buru," kata Wilson.
"(Joseph) Bank mencatat bahwa mereka mengambil segala sesuatu di sekitar gubuk-gubuk itu. Dan itu berupa 40 atau 50 tombak dan alat memancing," jelasnya.

(Foto Kiriman: Dylan Wood)
"Dan meskipun tidak ada catatan jurnal tentang hari itu bahwa mereka mengumpulkan perisai, tentunya ada perisai yang telah diambil," tambahnya.
Dia mengatakan literatur akademis yang dipelajarinya sejauh ini tidak menyebutkan adanya item yang disimpan di museum Berlin. Hal itu menunjukkan minimnya pengetahuan tentang ribuan artefak pribumi Australia yang tersebar di berbagai lembaga kebudayaan di seluruh dunia.
"[Penemuan ini] sangat indah, ini sesuatu yang luar biasa," kata Wilson.
"Ini hal yang berat dan sulit bagi warga pribumi dalam bersentuhan dengan sejarah mereka. Dan ketika artefak seperti ini muncul, itulah kesempatan untuk melakukannya," katanya.
Misi Aborigin ke Eropa untuk menegosiasikan pemulangan benda-benda pusaka berusia beberapa abad, secara mengejutkan menemukan sebuah perisai dan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi