Bendum GP Ansor Ingatkan Masyarakat Bahaya Organisasi Khilafatul Muslimin
"Harus dipastikan juga berbagai dokumen, jejak digital, komunikasi dan semua aktivitas pascapenangkapan pemimpin Khilafatul Muslimin bisa terdeteksi," tegasnya.
"Apa yang dilakukan kelompok khilafah ini bisa memantik berbagai varian kelompok mereka untuk bergerak sehingga harus betul-betul diwaspadai," ujarnya.
Terbukti, kampanye ideologi dan kaderisasi mereka jalan. Jangan sampai organisasi semacam ini menjadi besar dan bergerak terus. Ini akan menjadi ancaman nyata terhadapa NKRI dan Pancasila.
"Ini mereka sudah gila, kampanye teror terhadap negara secara terbuka," beber Addin mengingatkan.
"Ini menjadi ancaman serius. Menggunakan nama nama sahabat nabi yang suci sebagai nama lembaga pendidikan mereka. Ini harus dibongkar dan dibabat habis ideologi dan gerakan mereka. Jika, tidak akan menjadi teror di kemudian hari. Pimpinan mereka adalah residivis kasus terorisme," kata Addin.
Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada masyarakat jangan terprovokasi ideologi mereka. Pupuk dan gerakkan terus Islam yang ramah, damai, toleran. Beragamalah seperti pada umumnya cara beragama di Indonesia.
"Hati-hati dalam memilih lembaga pendidikan, terutama pesantren. Jangan karena gratis, apalagi ada embel-embel nama-nama sahabat nabi, terus sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jamaah," katanya. (rhs/jpnn)
Bendahara Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin mendukung langkah Polri memberantas organisasi Khilafatul Muslimin.
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti
- Ada Kontroversi di Kasus Polisi Tembak Siswa SMK, Komnas HAM Angkat Bicara
- LBH Semarang Sebut Penembakan Sewenang-wenang oleh Polisi Tidak Bisa Dibenarkan apa pun Alasannya
- Sahroni Minta Polri Bikin Aturan, Mobil Baru Wajib Dilengkapi Dashcam
- Besok Pilkada Serentak 2024, GP Ansor Sampaikan Enam Poin Pernyataan Sikap
- Polri Tukar Buron Judol Handoyo Salman dengan DPO Filipina
- Soroti 2 Kasus Penembakan oleh Polisi, Setara Institute Singgung Kesehatan Mental