Berani Bekerja di Bidang yang Belum Pernah Dilakukan Sebelumnya Demi Bertahan di Australia

Bekerja di bidang arsitektur masih jadi impian Adrianto Susilo, warga Indonesia yang tinggal di Melbourne.
Lulusan teknik Arsitektur di Bandung ini awalnya datang ke Australia di tahun 1999 untuk belajar 'urban planning'. Saat itu ia berencana pulang ke Indonesia setelah selesai belajar, tapi istrinya memilih tinggal di Australia.
Adrianto sempat bekerja di bidang arsitektur di siang hari, lalu bekerja sebagai 'cleaner' atau tenaga pembersih di malam hari.
Tapi kemudian ia lebih memilih menjadi 'cleaner' full-time atau penuh waktu sampai sekarang.
"Kami saat itu baru mulai memiliki anak dan pendapatan sebagai tenaga pembersih sangat bagus karena teratur," katanya kepada wartawan ABC Indonesia, Sastra Wijaya.
"Pendapatan saya sebagai cleaner dua kali lipat dibandingkan ketika bekerja sebagai arsitek."
Tapi bukan berarti ia tidak mau bekerja lagi sebagai arsitek di Australia.
"Saya menyebut periode sekarang ini sebagai penundaan. Saya masih berambisi bekerja sebagai arsitek dengan berbagai alasan," katanya.
Demi masa depan baru di negeri orang, sejumlah warga Indonesia rela banting setir untuk bekerja di bidang yang sama sekali baru, tanpa pengalaman sedikit pun
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi