Berawal dari Sketsa, Kejahatan Seks 10 Tahun Terbongkar
Minggu, 02 Februari 2014 – 06:19 WIB
Hingga akhirnya, pada Senin (27/1) sekitar pukul 10.30, polisi menangkap pria yang sehari-hari mengolah kotoran ternak jadi pupuk kandang itu. Saat ditangkap di rumahnya, tak ada perlawanan.
Sempat bungkam saat digelandang ke mapolres, Khotib yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai penyedia jasa video shooting acara mantenan tersebut akhirnya mengakui semua perbuatannya setelah diperiksa maraton 24 jam.
Lelaki yang memiliki seorang cucu itu telah beraksi sedikitnya di 31 tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Probolinggo. Terdiri atas pencurian dengan kekerasan (curas) disertai pemerkosaan di 19 lokasi, kasus curas biasa di 1 lokasi, dan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang dilakukan di 11 lokasi berbeda.
Agus mengatakan, dalam aksi yang dilakukan sejak 2004, Khotib selalu mengenakan penutup kepala. Hal itu berbeda saat dia beraksi di sebuah perumahan di Kedemangan. Berdasar sketsa wajah, terlihat penutup wajah yang dikenakan diangkat hingga dahi. Wajahnya terlihat jelas dengan kedua telinga masih tertutup kain balaclava. Senin (27/1) Khotib dibekuk di rumahnya. (*/aad/c17/bh)
Bukan pekerjaan mudah bagi polisi untuk membekuk Buasir Nur Khotib. Pemerkosa berantai itu dibekuk setelah melakukan aksinya yang ke-31. MUHAMMAD
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara
- Rumah Musik Harry Roesli, Tempat Berkesenian Penuh Kenangan yang Akan Berpindah Tangan
- Batik Rifaiyah Batang, Karya Seni Luhur yang Kini Terancam Punah
- 28 November, Masyarakat Timor Leste Rayakan Kemerdekaan dari Penjajahan Portugis
- Eling Lan Waspada, Pameran Butet di Bali untuk Peringatkan Melik Nggendong Lali
- Grebeg Mulud Sekaten, Tradisi yang Diyakini Menambah Usia dan Menolak Bala