Berbicara dalam Bahasa ‘Slang’ Australia Membuat Seseorang Lebih Disukai

Dr Evan mengatakan, mereka menggunakan aktor dari berbagai jenis kelamin dan ras dalam penelitian untuk melihat apakah komposisi itu memiliki efek pada hasilnya.
"Awalnya kami menggunakan apa yang mungkin Anda anggap sebagai prototipe Australia, yakni Kaukasia Australia dan kami ingin melihat apakah ada pengaruh gender terhadapnya," jelasnya.
Ia lantas menerangkan, "Kami menemukan bahwa gender tak memiliki efek apapun, pada umumnya kami masih menemukan efek disukai ini. Lalu apa yang kami lakukan adalah mendapatkan orang berlatar belakang Asia yang berbicara dengan aksen Australia, tetapi juga dalam kondisi lain berpura-pura memiliki aksen yang berbeda.”
"Apa yang kami temukan adalah bahwa ketika ia berbicara dengan aksen Australia kami menemukan efek disukai yang sama terhadapnya, tapi kami tak menemukan itu ketika ia berbicara dengan aksen asing," sambungnya.
Dr Evan mengatakan, memiliki aksen Australia adalah kunci untuk disukai karena itu mengidentifikasi warga sebagai anggota dari budaya nasional.
"Jika Anda seorang anggota yang jelas dari budaya Australia karena aksen Anda, maka menggunakan istilah gaul ini meningkatkan faktor disukai untuk Anda. Jika Anda tak berbicara dengan aksen Australia, itu tak berkurang sama sekali, hal itu tak berpengaruh," kemukanya.
Sebuah studi menemukan, menggunakan kata-kata gaul berakhiran 'ie' atau 'o', seperti ‘truckie’ dan ‘ambo’,
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia