Berburu Yao Ming di Tengah NBA China Games 2010 di Beijing (2-Habis)
Kasihan, saat di Tribun pun sang Istri Diserbu
Sabtu, 16 Oktober 2010 – 07:33 WIB

RAKSASA TIONGKOK: Yao Ming bersama rombongan NBL Indonesia. Dari kiri, Azrul Ananda (commissioner NBL), Bambang Susilo (CLS Knights), dan Andiko Ardi Purnomo (Pelita Jaya). Foto: NBL Indonesia
Tidak lama kemudian, datang seorang direktur keamanan NBA China asal Australia, yang kami kenal baik karena sudah beberapa kali ke Indonesia. Dia bilang membawa pesan dari Kevin Martin. "Dia (Kevin, Red) minta maaf harus cepat pergi bersama yang lain. Dia meminta kamu untuk menelepon dia ke nomor ini. Janjian ketemuan di tempat lain," katanya.
Teman-teman NBA juga mengupayakan agar rombongan kami tetap bisa bertemu Yao Ming dan pemain lain. Dirancanglah pertemuan di hotel tempat para pemain Rockets menginap. Di Ritz-Carlton Beijing, keesokan paginya. Ketemuan dengan Kevin Martin juga di situ. Sebelum pulang ke hotel, teman-teman sempat foto-foto dulu dengan "bintang-bintang yang tersisa" di tempat acara. Juga dengan para dancer dari New Jersey Nets dan Houston Rockets yang ikut hadir dalam resepsi malam itu.
Rabu pagi (13/10), kami mendapat pesan SMS dari rekan-rekan di NBA. Mereka bilang agar bersiap di Ritz-Carlton pagi pukul 09.00-an. Sebab, para pemain akan meninggalkan hotel pukul 10.00-an, menuju tempat latihan pagi.Kesempatan bertemu pemain Rockets memang tinggal pagi itu. Setelah latihan, para pemain kembali ke hotel dan istirahat. Sebab, sorenya harus ke Wukesong Arena, menjalani pertandingan pertama melawan Nets.
Bagi kami, kesempatan memang tinggal pagi itu. Sebab, kami memang berencana langsung pulang ke Indonesia Rabu tengah malam itu, setelah pertandingan berakhir di Wukesong Arena. Ingin ketemu Yao Ming langsung, saat itulah waktunya!
Tidak enak juga jadi Yao Ming, juga jadi istri Yao Ming, di Tiongkok. Sedikit saja kelihatan, langsung jadi sasaran "serbuan" orang. Berikut
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara