Berburu Yao Ming di Tengah NBA China Games 2010 di Beijing (2-Habis)
Kasihan, saat di Tribun pun sang Istri Diserbu
Sabtu, 16 Oktober 2010 – 07:33 WIB

RAKSASA TIONGKOK: Yao Ming bersama rombongan NBL Indonesia. Dari kiri, Azrul Ananda (commissioner NBL), Bambang Susilo (CLS Knights), dan Andiko Ardi Purnomo (Pelita Jaya). Foto: NBL Indonesia
Tidak lama, Yao Ming turun lagi. Kali ini dengan pengawalan petugas keamanan hotel. Jangankan mau foto, mendekat saja dilarang.Usut punya usut, Yao Ming memang diberi proteksi khusus oleh Houston Rockets. Mereka tahu, Yao bakal jadi incaran semua orang selama NBA China Games 2010. Jangankan penggemar, akses media pun sangat dibatasi (dan waktu itu saya tidak datang sebagai peliput, murni sebagai penggemar yang ikut undangan VIP NBA).
"Traveling itu berat. Perhatian besar itu berat. Satu-satunya yang saya tak sabar jalani adalah bertanding di Wukesong Arena lagi. Itu akan memberi saya kenangan indah lagi seperti ketika dua tahun lalu (di Olimpiade Beijing, Red)," kata Yao Ming seperti dilansir Houston Chronicles sebelum ke Beijing.
Houston Rockets mungkin harus berganti nama menjadi China Rockets. Sebab, basis penggemar mereka di Tiongkok mungkin jauh lebih banyak daripada di Kota Houston, negara bagian Texas. Kota itu punya penduduk "hanya" 2,3 juta orang. Tiongkok lebih dari satu miliar. Gara-gara Yao Ming, hampir semua pertandingan Rockets ditayangkan di Tiongkok. Gara-gara Yao Ming, para pemain Rockets yang lain pun dapat "duit manis" dari Tiongkok.
Selama bertahun-tahun, sangat banyak rekan Yao Ming di Rockets yang disponsori merek sepatu Tiongkok. Misalnya, Li-Ning, Peak, dan Anta. Shane Battier, bintang iklan Peak, sangatlah ngetop di Tiongkok. Luis Scola, bintang iklan Anta, juga superpopuler di sana. Bahkan, pemain rookie (pendatang baru) Rockets tahun ini, Patrick Patterson, langsung dapat kontrak sepatu Tiongkok (Peak).
Tidak enak juga jadi Yao Ming, juga jadi istri Yao Ming, di Tiongkok. Sedikit saja kelihatan, langsung jadi sasaran "serbuan" orang. Berikut
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara