Berceramah di Harvard, dr. Terawan Beberkan Immunotherapy Nusantara

Pengembangannya pun dimungkinkan menggunakan bahan yang ada di negara setempat.
“Bisa menggunakan tanaman obat dan mikroorganisme,” imbuh Terawan dalam paparannya yang menggunakan Bahasa Inggris.
Dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu pun mengajak akademisi, peneliti, dan mahasiswa bergerak aktif dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, terutama di bidang medis.
“Penyakit makin berkembang maka ilmu pengetahuan juga harus terus berkembang,” ujar Terawan dalam kuliah yang juga disiarkan secara virtual melalui Zoom tersebut.
Penerima gelar guru besar kehormatan bidang kedokteran militer dari Universitas Pertahanan itu menjelaskan pengembangan ?ilmu kesehatan menjadi tanggung jawab bersama.
Terawan menegaskan siapa saja dan negara mana pun bisa melakukan penelitian dan pengembangan ilmu kesehatan.
“Kampus bisa menjadi motor penggerak penelitian ilmu kesehatan,” imbuhnya.
Namun, Terawan menekankan pentingnya semua pihak, termasuk negara lain, berkolaborasi dalam pengembangan ilmu kesehatan.
Dokter Terawan menekankan pentingnya semua pihak, termasuk negara lain, berkolaborasi dalam pengembangan ilmu kesehatan.
- Video Eks Menteri Kesehatan Promosi Obat di Medsos, Jubir Terawan Bilang Begini
- Gandeng Arsitek Harvard, YPS Hadirkan Klaster Premium, Harga Rp 700 Jutaan
- Kesaksian dr. Terawan soal Pak Doni: Patriot dengan Semangat Kemanusiaan Membara
- KPK Kembali Jebloskan Lukas Enembe ke Sel Tahanan Setelah Dirawat dr Terawan
- Dunia Hari Ini: Pencurian Bagian Tubuh Manusia di Sekolah Medis Harvard
- Vaksin Nusantara Masuk Jurnal Medis Internasional, Selamat untuk Dokter Terawan