Berdalih Alat Bukti Sulit Dibaca, TGPF Gagal Ungkap Pelaku Serangan ke Novel Baswedan

Dia meminta pihak yang menuding Novel seperti itu untuk membuktikan tuduhannya.
"Kita disajikan kesimpulan, ada sebuah motif upaya balas dendam karena Novel menyalahgunakan wewenang di KPK. Itu melompat. Pelakunya belum tertangkap, tapi motifnya sudah dapat, canggih benar," kata Al Ghifari.

Sebelumnya sejumlah organisasi yang mengadvokasi kasus Novel seperti Wadah Pegawai (WP) KPK, Koalisi Masyarakat Sipil, Indonesian Coruption Watch (ICW), Amnesty International Indonesia, juga mengungkapkan kekecewaannya atas kegagalan TGPF mengungkap kasus ini.
Kalangan LSM ini menilai TGPF gagal total dalam menjalankan mandat mereka, tapi sekaligus menegaskan ketidakmampuan Polri mengungkap kasus yang ditengarai melibatkan petinggi di institusinya itu.
"Walau tidak ada statement tegas dari Kapolri kalau mereka menyerah, tapi laporan mereka itu sebagai bendera putih," papar Al Ghifari.
Sementara itu Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan pihaknya juga kecewa dengan hasil investigasi TGPF.
Padahal, menurutnya, KPK sangat berharap TGPF yang didukung para pakar dan tokoh di bidang penegakan hukum dan HAM ini bisa membongkar tuntas kasus ini.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi