Berdayakan Desa Pesisir Guna Wujudkan Poros Maritim

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar menilai pemberdayaan desa-desa pesisir menjadi bagian penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Martim Dunia.
"Bukan hanya Kementerian Desa, semua Kementerian terkait harus ikut berdayakan desa pesisir untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia," kata Marwan, saat blusukan di kawasan pemukiman nelayan Desa Surya Bahari, Pakuhaji, Tangerang, Banten, Minggu (25/1).
Marwan mengungkapkan hal tersebut, karena sangat banyak desa pesisir yang belum mendapat perhatian maksimal dan belum diberdayakan. Di Desa Surya Bahari misalnya, Menteri Marwan mendengar keluhan pendangkalan kali menuju laut yang menyebabkan nelayan kesulitan saat hendak ke luar menangkap ikan. Apalagi kapal nelayan jumlahnya terus bertambah.
"Pengerukan kali itu misalnya, merupakan wewenang kementerian lain. Kita tentu akan berkoordinasi agar semua harus dikerjakan serius dan serba terukur. Kapan pengerukan dimulai, selesai dan seterusnya," ujarnya.
Menurut Marwan, Presiden Joko Widodo sebelumnya pernah menyampaikan lima pilar utama yang diagendakan untuk mewujudkan Indonesia jadi Poros Maritim Dunia.
Yaitu, membangun kembali budaya maritim Indonesia, menjaga dan mengelola sumber daya laut, memrioritaskan pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, melaksanakan diplomasi maritim, serta membangun kekuatan pertahanan maritim.(gir/jpnn)
JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar menilai pemberdayaan desa-desa pesisir menjadi bagian
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump