Berebut Kursi Pimpinan Parlemen Boleh, Asal Transparan

Hanya saja, Philips menyatakan hal yang perlu dicatat bahwa mungkin ini adalah bagian paling menyebalkan buat pemilih, tetapi bagi politisi dan partai ini menjadi yang penting. “Habis pemilu menjelang pelantikan akan bagi-bagi, urus kabinetlah, urus pimpinan DPR, MPR, dan seterusnya, ini bagian buat partai politik dan tokoh politik paling penting, tetapi buat pemilih ini paling menyebalkan,” ujarnya.
Menurut dia, seorang pemilih tentu saja memilih partai A, B, atau C, karena memiliki pandangan bahwa mereka tidak menginginkan yang lain. Sebab, kata dia, bisa saja pemilih memilih partai A karena tidak mau partainya berkoalisi dengan partai B. “Namun, setelah pemilihan salaman, kan repot, si pemilihnya sudah dilupakan sama sekali,” jelasnya.
Dia menegaskan bahwa pemilih semakin kritis. Mereka akan menanamkan dalam benaknya bahwa kalau mereka suka maka akan memilih lagi pada Pemilu 2024. Sebaliknya, bagi yang tidak suka mereka akan menghukum dengan cara tidak memilih lagi. “Menurut saya itu hal yang paling natural,” ujar Philips. (boy/jpnn)
Direktur Eksekutif CSIS Philips J Vermonte mengatakan ketika berekspektasi tentang politik, partai, DPR, MPR, DPD, yang ideal maka di dalamnya ada persoalan kepentingan yang tidak bisa dihindari.
Redaktur & Reporter : Boy
- Gubernur Pramono Bebaskan PBB, Senator Fahira Idris: Kado Indah untuk Warga Jakarta
- Peringati Hari Raya Idulfitri 1446 H, Sultan: Mari Kita Saling Memaafkan dan Mendukung Dalam Pengabdian
- Semester Pertama Sebagai Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama Kembali Raih Award, Selamat
- Sultan Apresiasi Pemerintah Lakukan Transfer Tunjangan Guru ASN Secara Langsung
- Pererat Silaturahmi Antarstaf, FOKUS DPD RI Gelar Buka Puasa Bersama
- Ketua DPD RI Sultan B Najamudin Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bekasi