Beredar Permintaan Pengisian Data BSU di Medsos, Kemnaker: Hoaks

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan permintaan pengisian data untuk penerima bantuan subsidi upah (BSU) Rp 600 ribu yang tersebar di media sosial merupakan hoaks.
Kepala Biro Humas Kemnaker Chairul Fadhly Harahap mengatakan formulir berupa permintaan pengisian data penerimaan BSU dengan mengatasnamakan Kemnaker merupakan ulah orang yang tidak bertanggungjawab.
"Form yang beredar yang isinya meminta untuk mengisi data penerima BSU yang mengatasnamakan Kementerian Ketenagakerjaan itu hoaks," kata Chairul Fadhly Harahap dalam siaran persnya, Rabu (14/9).
Chairul menegaskan, data calon penerima BSU hanya berasal dari BPJS Ketenagakerjaan dan dikirimkan ke Kemnaker secara sistem.
Dia menyebut tidak ada permintaan data kepada masyarakat.
Lebih lanjut, dia mengingatkan, informasi resmi mengenai BSU hanya melalui situs kemnaker.go.id dan akun media sosial resmi Kemnaker.
"Jadi, teman-teman dimohon untuk cek langsung ke situs Kemnaker dan akun medsos resmi Kemnaker, dan jangan ngecek ke yang lain belum tentu kebenarannya," kata Chairul Fadhly. (jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Kemnaker menegaskan permintaan pengisian data untuk penerima bantuan subsidi upah (BSU) Rp 600 ribu yang tersebar di media sosial merupakan hoaks.
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian
- IRT di Inhu Mengaku Dibegal, Saat Diselidiki Polisi, Ternyata
- Kemnaker dan Kemendikdasmen Teken MoU Sinkronisasi Pendidikan dan Ketenagakerjaan
- RUU KUHAP Bolehkan Lapor Polisi Via Medsos, Sahroni: Mudah dan Antipungli!
- Mahasiswa Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Hoaks di Medsos
- Kemnaker Terus Mempercepat Klaim JHT dan JKP bagi Eks Pekerja Sritex Group
- Minta Korlantas Polri Tindak Pelaku Bus Oleng, Sahroni: Cabut SIM Sopir dan Tegur PO-nya