Berhala Emas
Oleh: Dahlan Iskan

Dengan demikian 'rakyat' dalam pengertian Partai Republik berbeda dengan 'rakyat' dalam pengertian Partai Demokrat.
Yang satu lebih menitikberatkan pada hak-hak perorangan. Yang satunya lagi pada rakyat sebagai komunitas bersama.
Itulah sebabnya Partai Republik punya kebijakan bahwa pajak itu harus serendah-rendahnya. Sekecil-kecilnya.
Maka, Presiden Trump, begitu dilantik jadi presiden, langsung menurunkan pajak. Tinggal 20 persen –dari 35 persen. Bahkan Trump pribadi sebenarnya ingin pajak itu cukup 17 persen saja.
Itulah sebabnya Partai Republik lebih terlihat pro orang kaya –karena menjadi miskin itu salah para individu orang miskin itu sendiri.
Partai Republik lantas juga terlihat lebih pro-kulit putih. Itu karena merekalah yang mendirikan Amerika –dengan misi menjamin hak-hak individu.
Mereka itu juga pro kepemilikan senjata. Itu karena individu harus kuat –termasuk kalau perlu bisa melawan petugas pemerintah yang akan mengganggu hak-hak individu.
Mereka melihat semua itu ada pada diri Trump. Dalam wujud yang sangat ideal.
Pemasangan patung emas di arena Kongres itu sendiri sudah menjadi indikasi pemujaan pada Trump
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump