Beri Asistensi, Bea Cukai Pastikan Fasilitas Kepabeanan Berjalan Baik

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai kembali menggelar kegiatan asistensi ke sejumlah perusahaan untuk menegakkan aturan kepabeanan.
Kali ini, asistensi dilakukan Bea Cukai di Lampung dan Banten.
Menjamin kualitas pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa khususnya perusahaan mitra utama (Mita) kepabanan, Bea Cukai Lampung melakukan kunjungan kerja ke PT Charoen Pokphand Indonesia, Kamis (21/4).
Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Hatta Wardhana mengatakan, PT Charoen Pokphand Indonesia merupakan importir Mita kepabeanan di bidang produksi dan distribusi pakan ternak.
Wilayah pemasarannya berada di Sumatera Selatan.
“Kami juga berdialog guna memberikan feedback atas pelayanan kepabeanan dan memastikan tidak ada kendala dalam pelayanan terutama yang berkaitan dengan implementasi piloting single submission quarantine customs,”
Pada Maret, Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) memberikan asistensi terkait penetapan perlakuan tertentu kawasan berikat kepada PT Wilmar Nabati dan PT Fermentech secara hybrid pada tanggal 9-10 Maret 2022.
Pembahasan pengajuan asistensi perlakuan tertentu yang diajukan adalah perihal toleransi penyusutan, penguapan, dan pengurangan barang sesuai dengan bisnis perusahaan.
Bea Cukai memberikan asistensi kepada perusahaan pengguna jasa untuk memastikan fasilitas kepabeanan berjalan baik
- 5 Negara ASEAN Jalin Kerja Sama AEO, Apa Manfaatnya bagi Eksportir dan Importir RI?
- Perusahaan Asal Sumsel Sukses Ekspor Perdana 162 Ton Serbuk Karet ke Tiongkok
- Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 14 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilainya Fantastis
- Kantongi Izin Kawasan Berkat, PT Globalindo Intimates Siap Dorong Ekspor Garmen dari Klaten
- Bea Cukai Memperkuat Pengawasan untuk Melawan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual
- Bea Cukai Amankan Kapal Pengangkut 60 Ribu Batang Rokok Ilegal di Perairan Pulau Setunah