Beri Keterangan Palsu, Amelia Sabara Berpotensi Digugat Celine Evangelista

jpnn.com, JAKARTA - Nama artis Celine Evangelista muncul dalam kesaksian terdakwa dugaan korupsi tambang Blok Mandiono, Amelia Sabara di Pengadilan Negeri (PN) Kendari, Rabu (25/10) lalu.
Artis cantik itu disebut menerima uang Rp 500 juta untuk memuluskan pengurusan kasus yang dialaminya.
Sayangnya, Amelia yang dikenal sebagai makelar kasus tersebut tidak mampu membuktikan penyerahan uang yang dimaksud.
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan bahwa sebuah pernyataan dalam persidangan harusnya didasari bukti yang kuat.
“Pernyataan terkait dugaan keterlibatan Celine dalam persidangan harus diikuti bukti dan saksi yang menguatkan. Tidak bisa menjadi fakta hukum jika semua tidak ada kedua hal tersebut,” ujar Fickar kepada wartawan.
Ia pun menambahkan bahwa pihak Celine bisa menuntut balik dengan memidanakan Amelia Sabara.
“Kalau jika tidak terbukti pernyataannya, maka Amelia bisa dituntut sebagai tindak pidana karena memberikan keterangan palsu atas pencemaran nama baik,” katanya.
Senada mantan Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Kamilov Sagala menilai ada pihak yang ingin menghambat proses hukum dalam kasus dugaan korupsi wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) Blok Mandiodo, Sulawesi Tenggara.
Nama artis Celine Evangelista muncul dalam kesaksian terdakwa dugaan korupsi tambang Blok Mandiono, Amelia Sabara di Pengadilan Negeri (PN) Kendari
- Kerry Adrianto Diterpa Skandal Korupsi, Kondisi Keuangan Hangtuah Jakarta Terganggu?
- Hangtuah Jakarta Diterpa Isu Tidak Sedap, Kerry Adrianto Jadi Tersangka Korupsi
- Penahanan Hasto Bukti KPK Tak Pandang Bulu
- Pengamat: Efisiensi Anggaran Upaya Prabowo Mencegah Mark-up Uang Negara, Harus Didukung
- Kejari Muba Menggeledah Dua Kantor Milik Alim Ali, Ada Apa?
- Barisan Pembaharuan: Semua Pihak Harus Hormati KPK Tahan Hasto