Beri Semangat agar Indonesia Berani Bermimpi
Senin, 07 Desember 2009 – 01:25 WIB
Setelah menerima penjelasan tentang cara menyalakan lampion, sekitar pukul 22.30 WIB, anggota FFG digiring ke lapangan depan dome. Mereka berbaris rapi dengan dua anggota saling berhadapan. Formasi itu untuk memudahkan penyalaan lampion. Saat yang satu menyalakan lilin di tengah lampion, rekan satunya memegangi kepala lampion. "Ini mengajarkan kami untuk selalu membantu orang lain," kata Yamal.
Kendati lilin sudah dinyalakan, lampion tak boleh langsung dilepas. Panitia harus memperhitungkan arah angin. Kalau sembarangan, lampion yang jatuh bisa hinggap di atap rumah atau ranting. Karena itu, lampion baru dilepas bila arah angin menuju ke laut Teluk Jakarta. Tepatnya yakni, antara pukul 22.30 hingga 23.00 WIB. Kalau arah angin menuju daratan, acara menyalakan lampion harus dihentikan. Sekitar pukul 22.40 lampion-lampion itu mulai dilepas ke awan. Setiap kali lampion berhasil terbang, para anggota bergembira.
Manajer Penjurian Guinness World Record, Lucia Sinigagliesi dari Inggris, ikut hadir memantau jalannya pemecahan rekor. Di akhir acara, dia menyatakan bahwa rekor dunia menyalakan lampion telah pecah. Rekor dunia sebelumnya dipegang Kolombia dengan 3.682 lampion.
"Saya belum bisa memastikan berapa lampion yang sudah dinyalakan, tapi ini sudah melampaui rekor dunia," kata Sinigagliesi sambil menyerahkan sertifikat pemecahan rekor kepada Onggy. Sepuluh ribu lampion memang ditargetkan menyala malam itu. Kalaupun hanya separo yang terwujud, rekor dunia itu dengan mudah dipecahkan.
Freedom Faithnet Global memecahkan rekor dunia menyalakan lampion. Merengkuh rekor itu tak mudah. Mereka harus memutar otak untuk memenuhi syarat
BERITA TERKAIT
- Eling Lan Waspada, Pameran Butet di Bali untuk Peringatkan Melik Nggendong Lali
- Grebeg Mulud Sekaten, Tradisi yang Diyakini Menambah Usia dan Menolak Bala
- AKBP Condro Sasongko, Polisi Jenaka di Tanah Jawara
- MP21 Freeport, Mengubah Lahan Gersang Limbah Tambang Menjadi Gesang
- Sekolah Asrama Taruna Papua, Ikhtiar Mendidik Anak-anak dari Suku Terpencil Menembus Garis Batas
- Kolonel Zainal Khairul: Pak Prabowo Satuan Khusus, Saya Infanteri dari 408