Beri Semangat agar Indonesia Berani Bermimpi
Senin, 07 Desember 2009 – 01:25 WIB
1.000 lampion rekor dunia diterbangkan di Pantai Karnaval, Ancol, Sabtu (5/12). Foto: Fedrik Tarigan/Indopos.
Acara pemecahan rekor tersebut merupakan bagian dari perayaan kebebasan tiap tahun. Tahun ini FFG memberi tema "Green Attitude", yakni sikap yang selalu selaras dengan lingkungan hidup. "Green attitude tidak hanya kebiasaan, tapi juga mental," kata Onggy. Perayaan tahunan itu berlangsung dua hari, yakni pada 4 dan 5 Desember. Kegiatannya meliputi seminar, pelatihan, dan pengembangan diri lainnya. Menyalakan lampion itu merupakan bagian dari memeriahkan acara.
Komunitas tersebut berdiri sejak 2003. Awalnya, namanya masih Faithnet Global. Kemudian, pada 2006, namanya berganti menjadi Freedom Faithnet Global (FFG). Anggotanya mencapai sekitar sejuta orang yang berasal dari 35 negara. Dari Indonesia sendiri mencapai lebih dari 80 ribu orang.
Onggy mengatakan, organisasi tersebut memberikan bekal pengembangan dan potensi diri, motivasi, dan keterampilan kepemimpinan. Beberapa orang mendapat dampak positif dari kegiatan tersebut. Ada yang berhasil bebas dari ketergantungan narkoba, alkohol dan rokok.
Upaya memecahkan rekor itu sendiri tidak mudah. Onggy menuturkan, butuh enam bulan persiapan. Mulai dari mengajukan permohonan pemecahan rekor ke kantor pusat Guinness World Record di London, Inggris, hingga memenuhi persyaratan lembaga pencatat rekor dunia itu. "Syarat-syaratnya begitu ketat," kata pengusaha yang juga motivator dahsyat itu.
Freedom Faithnet Global memecahkan rekor dunia menyalakan lampion. Merengkuh rekor itu tak mudah. Mereka harus memutar otak untuk memenuhi syarat
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara