Berjabat Tangan, PM Malaysia dan Erdogan Sepakat soal Perbankan Islam hingga Industri Pertahanan

Kerja sama kedua negara, menurut Ismail Sabri, telah berkembang meliputi sektor ekonomi, pendidikan, keselamatan makanan, wisata, perbankan Islam, dan industri pertahanan. Itu semua akan dilanjutkan untuk memberikan manfaat bersama bagi dua negara.
Beberapa isu yang dibahas antara lain keperluan menguatkan kerja sama ekonomi dua negara. Mereka setuju isu keselamatan makanan semakin penting, sehingga keduanya setuju memastikan rantai pasok makanan senantiasa mencukupi dan stabil.
Langkah yang segera dilaksanakan untuk menjawab isu tersebut adalah Malaysia dan Turki akan meningkatkan perdagangan produk makanan, selain juga menguatkan kerja sama riset dan pengembangan di sektor tersebut untuk meningkatkan upaya menghasilkan sumber makanan dan memastikan keamanan pangan pada tahap yang stabil.
Ismail Sabri juga mengatakan Malaysia memiliki potensi besar untuk menjadi mitra dagang utama Turki dan gerbang serta pusat perdagangan ke ASEAN.
Selain itu, ia mengatakan bahwa saat ini kedua negara berada pada babak final negosiasi perluasan cakupan Perjanjian Perdagangan Bebas Malaysia-Turki (MTFTA) yang mencakup sektor-sektor baru seperti investasi, jasa, dan e-commerce.
“Dalam hal investasi, saya mengapresiasi kepercayaan investor Turki di Malaysia. Saya juga yakin perluasan cakupan MTFTA akan membuka lebih banyak peluang investasi dua arah," katanya. (ant/dil/jpnn)
Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yakoob melakukan pertemuan pertama dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Sukseskan Perdamaian, Malaysia Siap Tampung Warga Palestina
- Dunia Hari Ini: Wali Kota Istanbul Ditangkap Sebelum Maju Jadi Capres
- President University dan INTI International University Malaysia Berkolaborasi di Bidang Teknik Sipil
- HNW Dukung Usulan Erdogan Soal Hak Veto di DK PBB untuk Negara Mayoritas Muslim
- Lagi-Lagi, Mantan PM Malaysia Tersandung Kasus Korupsi