Berkah Ramadan, Ijah Jual Martabak Omzet Rp 10 Juta per Hari

Hari biasa, gerobak kaki lima milik Ijah buka pukul 15.00-23.00 Wib. Memproduksi sekitar 1.500 martabak mini. “Sedangkan Ramadan buka pukul 12.00-23.00 Wib, produksi hingga 8.000 martabak mini, kadang lebih,” ungkapnya.
Ijah awalnya berjualan sayur di dalam pasar Teratai. Ia merintis usaha martabak setelah ia dan suaminya menjual nasi goreng di depan pasar Teratai tersebut. Sehingga ia pun berjualan martabak.
Selama menjalankan usaha barunya ini, Ijah mengaku banyak suka duka yang dilalui. "Namanya juga jualan," ucapnya. Sepi hingga ditipu pelanggan sudah makanan sehari-harinya.
Misalnya pesan 100 martabak mini lalu ditinggal. Setelah dibuatkan orangnya tak datang-datang. “Tapi ramai atau sepi Alhamdulillah happy-happy aja, namanya perkerjaannya," lugasnya.
Meski mendapatkan keuntungan lumayan, Ibu dari Agustina, Fitri Ayu dan Rismawati ini masih memiliki harapan mulia yang belum terwujud. Ia bersama suaminya berkeinginan naik haji ke tanah suci. “Itu jak yang belum tercapai mbak," tutup Ijah. (*)
Ijah, penjual martabak mini, omzetnya naik berlipat-lipat selama bulan Ramadan, yakni bisa Rp 10 juta per hari.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Kolaborasi Forwatan, GAPKI, & Astra Agro Promosikan Sawit Sambil Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim
- Tradisi Partai Persatuan Pembangunan Gelar Peringatan Malam Nuzululquran
- Kapolri & Wartawan Kompak Bagikan Takjil ke Masyarakat
- Happy Asmara: Alhamdulillah, Ramadan Tahun Ini Penuh Berkah
- Berkah Ramadan, Ketua MPR Bambang Soesatyo Bersama GERAK BS Santuni Anak Yatim
- Mak Ganjar Jabodetabek Menggandeng Ratusan Warga Jaksel Menggemakan Zikir Ramadan