Berkenalan dengan Kunbarrasaurus, Spesies Dinosaurus Asli Australia

Kunbarrasaurus juga memiliki hidung yang sangat berbeda dengan yang ditemukan pada ankylosaurus lebih besar dan lebih berkembang di Amerika Utara dan Asia, tambahnya.
Ia memiliki lubang hidung yang lebih kecil, yang dianggap sebagai bagian dari sistem pendinginan hewan ini untuk mengkompensasikan resiko kepanasan dari kulit beratnya.
Kulit lebih ringan membuat tengkorak mudah diteliti
Spesimen ini juga memiliki kulit bergerigi yang lebih sedikit menutupi tubuhnya, dan tak memiliki ekor khas dan familiar yang bergerigi.
Fakta bahwa Kunbarrasaurus memiliki kulit bergerigi yang berat, terutama pada kepalanya, telah benar-benar membuat lebih mudah untuk mempelajari tulang tengkoraknya, menurut penulis dan kandidat PhD, Lucy Leahey dari Universitas Queensland.
"Itu hanya salah satu dari empat tengkorak di dunia di mana Anda bisa melihat tulang tengkoraknya - banyak fosil seperti ini dari Amerika Utara dan Asia, kulitnya menempel di tengkorak," jelasnya.
Ia mengatakan, Kunbarrasaurus seukuran domba juga jauh lebih kecil ketimbang kerabatnya di belahan Bumi utara yang memiliki berat beberapa ton dan mungkin lebih primitif.
"Stegosaurus dan ankylosaurus berbagi nenek moyang yang sama dan sebagian besar contoh dari ankylosaurus cukup berkembang. Kunbarrasaurus cukup primitif sehingga lebih dekat ke arah nenek moyang yang bertubuh standar, ketimbang ke bentuk yang lebih maju," terang Lucy.
Spesies terbaru dari dinosaurus asal Australia diduga memiliki paruh seperti beo dan telinga bagian dalam yang mirip dengan kura-kura. Kunbarrasaurus
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi