Berkunjung ke Pabrik Pembuat Kantong Darah Kawasumi di Thailand
Supersteril, Pengunjung Harus Kenakan Baju ala Astronot
Sabtu, 16 Juli 2011 – 21:01 WIB

Pabrik pembuat kantong darah Kawasumi di Thailand.
Namun, ketika masuk pabrik pembuat kantong darah ini, pengunjung tak bisa langsung masuk dan berinteraksi dengan pegawai. Pengunjung hanya bisa melihat dari lorong kaca. Itu pun, sebelumnya, harus mengenakan baju steril berbahan kain parasut yang sudah disiapkan.
Awalnya, pengunjung masuk ruang ganti. Kemudian, mereka diminta mengenakan baju dan masker sekaligus penutup kepala yang sudah disiapkan. Bajunya berupa terusan, namun bagian bawahnya bukan rok. Melainkan, seperti celana panjang. Setelah itu, diminta menggunakan kaus kaki dan sepatu karet yang tentu steril juga. Ujung celana pun harus dimasukkan ke dalam kaus kaki. Prosedur selanjutnya, mencuci tangan dan mengeringkannya dengan mesin otomatis.
Begitu baju "astronot", minus helm, sudah digunakan, pengunjung harus masuk ruang kecil berukuran 1 x 2 meter yang hanya cukup untuk tiga orang. Ruang tersebut dinamakan air shower. Begitu dimasuki orang, 24 lubang di kanan dan kiri secara otomatis mengeluarkan angin.
"Ini untuk membersihkan debu yang menempel di baju atau sepatu. Area ini sangat steril, jangan sampai ada kuman atau bakteri penyebab penyakit yang masuk ke dalam area pabrik. Sebab, berkaitan dengan kantong darah yang kondisinya harus dipastikan steril juga," terang Aya.
Tak ada yang berani main-main dengan darah yang akan didonorkan kepada pasien. Steril adalah harga mati. Tak heran bila pabrik pembuat kantong darah
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara