Berkunjung ke Pabrik Pembuat Kantong Darah Kawasumi di Thailand
Supersteril, Pengunjung Harus Kenakan Baju ala Astronot
Sabtu, 16 Juli 2011 – 21:01 WIB

Pabrik pembuat kantong darah Kawasumi di Thailand.
"Misalnya, saya order hari ini, baru bisa dikirim dua bulan kemudian. Tiap tiga bulan, saya order 120 ribu bags," katanya. Sebab, kantong darah memiliki masa kedaluwarsa pula, 21-42 hari, tergantung cairan yang dimasukkan ke dalamnya. Jadi, ketika ada permintaan, baru dibuatkan. "Tapi, yang order kan banyak. Bukan hanya Indonesia, tapi juga negara Asia lain. Jadi, memang tiap hari mesti produksi," lanjutnya.
Ada empat persediaan kantong darah. Kantong darah single dipakai untuk menampung whole blood atau darah lengkap. Ada juga double, yakni menampung sel darah merah dan plasma darah saja. Jenis triple menampung sel darah merah, plasma darah, dan trombosit. Sementara sediaan quadruple menampung sel darah merah, plasma darah, trombosit, dan komponen darah lainnya.
Fredho mengatakan, 60 persen kantong darah yang banyak dipesan adalah jenis single. Selanjutnya, masing-masing 20 persen adalah kantong darah double dan triple. Paling jarang adalah kantong darah quadruple.
Itu karena untuk memisahkan darah dari komponennya, dibutuhkan alat khusus. Sayang, belum semua unit donor darah memiliki alat canggih tersebut. Sehingga, persediaan yang ada hanyalah darah lengkap. "Padahal, ada kalanya, pasien tak perlu digerojok dengan darah lengkap. Cukup trombosit saja," ucapnya. (*)
Tak ada yang berani main-main dengan darah yang akan didonorkan kepada pasien. Steril adalah harga mati. Tak heran bila pabrik pembuat kantong darah
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara