Berlibur dan Berpesta dengan COVID. Ini Cerita Mereka yang Menikmati Musim Panas di Eropa

Hentakan kaki mengikuti irama musik di lantai klab malam, sementara orang-orang berkerumun saling berdesakan tanpa masker.
Inilah pengalaman Sybella Stevens yang tinggal di kota Berlin, Jerman.
Selama pandemi COVID-19, perempuan Australia berusia 35 tahun ini memang memutuskan untuk tetap tinggal di Jerman ketimbang pulang ke Australia, meski merasa khawatir dengan kondisi keluarganya di Sydney.
"Menjadi sebuah keputusan yang sangat sulit karena semuanya sangat menakutkan dan tidak dapat diprediksi. Saya hampir saja ingin kembali ke Australia," katanya.
Sybella sudah tinggal di Jerman sejak tahun 2014 dan baru awal bulan lalu ia pergi berlibur ke Portugal dan Italia.
Ia sudah divaksinasi dua dosis sejak Juli kemarin, sehingga mendapat banyak kebebasan di musim panas, apalagi setelah sempat juga merasakan 'lockdown'.
Sybella sudah banyak bertemu dengan teman-temannya, pergi ke restoran, datang ke pesta, benar-benar sebuah kehidupan yang diimpikan banyak warga di Australia sebelah timur saat ini.
"Hidup kita sudah jauh lebih normal. Di Lisbon, kita hanya cukup menunjukkan kartu COVID, serta kondisinya sudah lebih santai. Begitu juga di Venesia dan Roma," kata Sybella.
Warga di negara-negara Eropa sudah bisa menikmati lagi dunia malam yang meriah tanpa masker
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Peraih Rekor MURI Keliling Eropa Bahas Masalah Kesehatan Mental
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana