Berlibur dan Berpesta dengan COVID. Ini Cerita Mereka yang Menikmati Musim Panas di Eropa

Sementara tes PCR, yang lebih akurat dan butuh sekitar 24 jam untuk mendapat hasilnya, diperlukan untuk mereka yang hendak melakukan perjalanan.
Kembali ke kehidupan malam
Pada awal Agustus, Pemerintah Jerman bekerja sama dengan para ilmuwan dari rumah sakit Charite Berlin untuk menguji coba skema "Clubculture Reboot".
Skema ini diadakan untuk melihat apakah tes PCR juga dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kehidupan malam di kota Berlin, sekaligus menjaga para 'clubbers' agar tetap sehat.
Sekitar 2.000 'clubbers', yang tidak diharuskan mendapat divaksinasi, kemudian diperbolehkan pergi ke enam klub malam tanpa masker, setelah tes PCR mereka menunjukkan hasil negatif.
Seminggu kemudian mereka kembali dites dan tidak ada penularan baru yang tercatat.
Pamela Schobess, ketua ClubCommission Berlin yang melakukan uji coba, mengatakan skema tersebut menawarkan peluang yang nyata untuk membuka klub malam, "bahkan jika ada penularan baru atau angka rawat inap yang meningkat tajam di musim gugur".
Berlibur 'seperti COVID tak pernah ada'
Jessica Wong pernah juga mengalami 'lockdown' di London.
Ia harus tinggal di apartemen yang kecil bersama orang lainnya, tanpa ada cahaya yang layak. Pokoknya bagi Jessica tahun lalu ia menjalaninya dengan "brutal", katanya.
Warga di negara-negara Eropa sudah bisa menikmati lagi dunia malam yang meriah tanpa masker
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya