Berpeluang Jadi Capim KPK, Ahmad Yani Tetap Kader PPP

jpnn.com - JAKARTA - Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani berpeluang menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, bekas anggota DPR itu dinyatakan menjadi satu dari 194 orang yang lolos seleksi administrasi oleh Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK.
Yani mengaku berminat ikut seleksi karena ingin memaksimalkan tugas dan fungsi KPK. Menurutnya, selama ini KPK kurang baik dalam menjalankan fungsi supervisi dan pencegahan.
"KPK berhasil dalam konteks penindakan, bisa mengantarkan menteri dan gubernur jadi tersangka. Tapi tidak cukup disitu. Bagaimana mencegah korupsi di sektor pemasukan negara yaitu sumber daya alam, migas, batu bara, perpajakan, itu juga harus jadi concern KPK," kata Yani saat dihubungi, Sabtu (4/7).
Meski begitu, lanjut Yani, keputusan untuk mendaftar bukan sesuatu yang mudah baginya. Pria yang pernah duduk di Komisi III ini mengaku harus berkonsultasi dengan pimpinan Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah dulu sebelum akhirnya mendaftar.
Selain itu dia juga sempat meminta pendapat bekas penasihat KPK Abdullah Hehamahua. Karena merasa didukung tokoh-tokoh itu, akhirnya dia berani mendaftar.
"Karena dorongan itu saya mencoba, yasudah saya daftar menit-menit terakhir, tanggal 1 Juli," tuturnya.
Mengenai statusnya sebagai kader partai politik, Yani menilai bukan lah suatu hambatan. Pasalnya, dia tidak masuk dalam struktur kepengurusan DPP PPP. "Saya masih anggota PPP, tapi yang gak boleh kan pengurus partai untuk syarat capim KPK," pungkas Yani. (dil/jpnn)
JAKARTA - Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani berpeluang menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, bekas
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- H+6 Lebaran, 50 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Barat Lewat Tol
- Situasi Lebaran di Jateng Berjalan Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan
- One Way Nasional Resmi Dibuka untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran, Pemudik Wajib Tahu
- Contraflow Tol Jagorawi Arah Puncak Kembali Diberlakukan
- Dukung UMKM, Pemprov Jakarta Siapkan Anggaran Rp 300 Miliar
- Gubernur Sulteng Bantu Biaya Pemulangan Jenazah Jurnalis Situr Wijaya