Berpita Hitam di Tangan, Ribuan Anak Muda Kalbar Ingin Ganjar Selamatkan Demokrasi

"Kami butuh pemimpin yang tidak buta dan tuli pada suara rakyat. Kami harap Pak Ganjar bisa menjadi mimpi kami untuk menyelamatkan demokrasi," imbuhnya.
Para peserta Sejajar sempat bergemuruh dengan aplaus dan nyanyian ‘Jangan gentar kita punya Pak Ganjar, jangan takut kita punya Pak Mahfud’ ala chant suporter tim sepak bola.
Peserta Sejajar lainnya, Rey, juga naik ke pangung dengan membawa kertas bergambar Ganjar-Mahfud. Di kertas itu juga terdapat tulisan tentang harapan anak-anak muda itu tentang Indonesia ke depan.
"Kami titipkan Indonesia di pundakmu, Pak," ucap Rey kepada Ganjar.
Adapun Ganjar mengaku sangat senang dengan kepedulian anak muda di Kalbar kepada Indonesia. Menurut dia, hal itu menunjukkan anak-anak muda saat ini tidak mengabaikan demokrasi.
"Saya senang karena anak muda ini peduli pada demokrasi. Pembukaan kalimatnya bagus sekali, 'mari kita selamatkan demokrasi'," ucap Ganjar mengutip tulisan di kertas yang dibawa peserta Sejajar.
Capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Perindo, itu menganggap kalimat tersebut memiliki makna yang sangat dalam.
Menurut Ganjar, menyelamatkan Indonesia berarti juga pedui pada pendidikan, perlindungan kepada kelompok rentan, akses kesehatan, ketersediaaan lapangan pekerjaan, dan hal penting lainnya.
Ganjar Pranowo berdialog dengan rubuan anak muda Kalbar yang mengenakan pita hitam di tangan sebagai ungkapan kegelisahan.
- Digitalisasi Transaksi Dorong UMKM Pontianak Bersaing di Kancah Nasional
- Prodi DKV Untar Dorong Kreativitas dan Bisnis Lewat Pameran CREBO Season 2
- Menko Yusril Pastikan RI Lindungi WNI yang Hadapi Masalah Hukum di Luar Negeri
- Diskusi UU TNI di Kampus, Pangdam I/BB: Kami Terbuka terhadap Kritik
- Kapolda Riau Dorong Mahasiswa Lestarikan Bahasa dan Budaya Melayu
- Semangati Hasto, Ganjar Hadir di Pengadilan Tipikor