Berseberangan dengan Amien Rais
Ada beberapa tokoh yang terlibat aktif, kebetulan saya ditunjuk teman-teman jadi Koordinator Relawan. Ada penasehat Sutrisno Bachir mantan Ketua Umum PAN (Partai Amanat Nasional) dan banyak lagi.
Apakah RMI ini bagian dari Muhammadiyah?
Muhammadiyah kan secara resmi menyatakan netral berdasarkan keputusan Tanwir di Samarinda. Maka secara organisatoris kita tidak membawa Muhammadiyah, tetapi lebih ke individu. Jadi kalau ada yang mengaku membawa Muhammadiyah secara kelembagaan, tidak benar. Muhammadiyah secara organisasi netral. Namun, individu boleh saja menyalurkan aspirasinya.
Ada juga personal di Muhammadiyah yang mendirikan relawan mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Bagaimana tanggapan Anda?
Iya, ada juga banyak yang membuat relawan. Tapi saya kurang tahu, mana yang serius bergerak. Tapi saya lihat ada yang dibuat mirip RMI. Logonya kalau saya katakan makmum (mengikuti) kita. Alhamdulillah ada yang memakmumi kita itu.
Muhammadiyah saat tanwir menyatakan ada tujuh kriteria pemimpin masa depan. Warganya dipersilahkan memilih yang paling mendekati tujuh kriteria itu. Lantas kenapa Anda dan RMI memilih Jokowi-JK, bukan Prabowo-Hatta?
Karena memang kalau melihat tujuh kriteria itu sangat tepat dengan figur Jokowi-JK. Misalnya, Jokowi-JK itu orang yang merakyat, egaliter. Kalau di Muhammadiyah kan tidak ada kelas-kelas, kita cenderung egaliter.
Menurut kita, figur Jokowi-JK seperti itu. Ada satu istilah di Muhammadiyah yang cukup terkenal. Yaitu, sedikit bicara banyak kerja. Dan itu cocok dengan figur Jokowi-JK. Mereka adalah tipe man of action. Mereka tidak terlalu berwacana, tetapi pergerakannya jelas. Kebijakan dan langkahnya konkret.