Bersepeda Melintasi Andalusia dan Mendaki Gunung Tertinggi Afrika Utara (2-Habis)
Senin, 16 Agustus 2010 – 08:08 WIB

Paimo Hertadimas.
Baru keesokan harinya kami bertiga melanjutkan pendakian ke puncak Jbel Toubkal. Walaupun tertatih-tatih, akhirnya kami sampai juga di puncak gunung tersebut. Pemandangan alam yang menakjubkan dari puncak membayar seluruh jerih payah upaya pencapaiannya. Bagi saya, Gunung Jbel Toubkal merupakan gunung ke-57 yang pernah saya daki. Ini sekaligus gunung ketiga di Afrika yang pernah saya daki setelah Gunung Kilimanjaro (5.896 meter) dan Gunung Kenya atau Point Lenana (4.985 meter).
Kalau dulu saya mendaki Gunung Kilimanjaro sebagai gunung tertinggi di Benua Afrika dengan mengendarai/membawa sepeda hingga puncak (Uhuru Peak), kali ini tidak. Sebab, saya sadar sudah tidak muda lagi (umur Paimo 52 tahun, Red) dan setangguh dulu. Namun, saya tetap bangga bisa sampai di Maroko dengan mengayuh sepeda sejauh 3.538,5 kilometer. Ini bukan sekadar kekuatan dengkul, tapi juga semangat yang tinggi. (c4/el)
*) Paimo Hertadimas, lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB yang kini bekerja sebagai perancang grafis di Bandung.
Komunitas pencinta sepeda yang terhubung di dunia maya memudahkan para pesepeda jauh Indonesia saat berkelana ke luar negeri. Namun, yang tak kalah
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara