Bertemu Langsung dengan Pak Ganjar, Anggota Parlemen Remaja Curhat soal Banjir

Adapun terkait usulan raperda pengolahan limbah domestik itu, Ganjar menilai sebagai langkah yang baik untuk menyelesaikan masalah lingkungan. Raperda itu juga sangat kontekstual dengan kasus Bengawan Solo.
Menurut Ganjar, peraturan mengenai pengolahan limbah domestik dapat membantu masyarakat memahami bagaimana mengelola limbah dan sampah. Tidak hanya tentang cara membuah tetapi juga cara mengelolanya.
"Contoh Bengawan Solo, itu industri besar ada, industri kecil ada, peternakan ada, semuanya. Jadi industri yang disarankan harus punya IPAL, kalau tidka bisa sendiri ya IPAL Komunal," kata Ganjar ditemui usai rapat paripurna bersama DPRD Jawa Tengah.
Pengolahan limbah juga harus disiapkan dengan baik termasuk menyiapkan teknologi tinggi. Keberadaan BRIN, kampus, dan perusahan, bisa dilibatkan dalam hal itu.
"Sudah saatnya seperti di Jawa Tengah punya pengolah sampah yang bagus. Menyelesaikan dan mengumpulkan sampah dalam jumlah cukup tinggi. Syukur-syukur dari rumah sudah bisa dipilah. Jadi Raperda ini pas. Mudah-mudahan ke depan bisa menyelesaikan persoalan lingkungan," katanya. (flo/jpnn)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu langsung dengan sepuluh anggota parlemen remaja.
Redaktur & Reporter : Natalia
- Kapolda Riau Pastikan Antisipasi Bencana di Jalur Riau-Sumbar
- Mega Insurance & Lifepal Bayar Klaim Kendaraan Korban Banjir Bekasi dengan Proses Cepat
- Ada Genangan Air di Batang, Kereta Api Gumarang Terhenti di Semarang Hampir 2 Jam
- Banjir Melanda Berau Kaltim, 2 Lansia Meninggal Dunia
- Pemkab Sumedang Salurkan Bantuan Penanganan Banjir Cimanggung Lewat Aplikasi Si Tabah
- Peringatan BMKG: Cuaca Ekstrem Hantam Jalur Mudik di Jateng