BI Berharap BBM Naik Sebelum Februari 2015

jpnn.com - JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengimbau kepada pemerintahan baru mendatang agar tak menunda-nunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan kenaikan harga BBM perlu segera dilakukan demi menjaga fiskal Indonesia, yang hingga saat ini masih terus terbebani dengan neraca impor migas.
"Sebaiknya kalau bisa (kenaikan harga BBM, red) dilakukan di kuartal empat akan sangat baik, tapi kalau bisa jangan lewat dari jangka waktu Februari," kata Mirza di kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (12/9).
Lebih lanjut ia katakan bahwa dengan menaikkan harga BBM, hal itu juga dapat memberikan ruang kepada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla untuk lebih menyesuaikan program-programnya, terutama di sektor-sektor yang produktif dan tepat sasaran.
Selain itu menurutnya, kenaikan harga BBM nanti lebih baik dilakukan satu kali tanpa harus bertahap dengan nominal kenaikan yang langsung sesuai harga keekonomian.
"Kalau BBM naik Rp 1.000 itu kan tetap saja terjadi inflasi, tapi mengatasi defisit anggaran untuk tahun anggaran 2015-nya dan defisit Current Account 2015 kan lebih kecil daripada bertahap, efeknya sama," tegas Mirza.
Sebelumnya, Jokowi berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menaikkan harga BBM sebelum bergantinya kepemimpinan nasional pada Oktober 2014.
Namun hal itu ditolak SBY karena ia menilai rakyat sudah terbebani dengan kenaikan tarif dasar listrik dan harga gas elpiji yang telah naik Rp 18 ribu per tabung. (chi/jpnn)
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengimbau kepada pemerintahan baru mendatang agar tak menunda-nunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif