Bicarakan Tradisi Aborijin dalam Wawancara TV, PM Australia Teteskan Air Mata

Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, meneteskan air mata dalam sebuah wawancara tentang pendekatannya terhadap kebijakan Aborijin.
Wawancara -yang ditayangkan untuk program berita terbaru dari TV Aborijin -ini membahas masalah kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan tingkat kriminalitas dari warga Aborijin.
Pada satu titik selama wawancara panjang itu berlangsung, PM Turnbull menceritakan tentang mimpinya, yakni keberlangsungan bahasa Adat, sembari menyeka air matanya.
Kantor Perdana Menteri mengatakan, sementara ia mengamati bahasa Ngunnawal untuk pidato-nya di awal tahun ini, ia sempat diperlihatkan buku anak-anak yang meliputi sebuah cerita pengantar tidur.
Seorang perempuan yang menjelaskan cerita di balik lagu pengantar tidur itu membuatnya "sedih", kata PM Turnbull sambil menyeka air matanya.
Selama wawancara berlangsung, PM Turnbull juga mengatakan, hal yang layak jika referendum untuk mengakui Penduduk Asli Australia dalam Konstitusi bisa diadakan tahun depan.
Partai Buruh telah membuat komitmen untuk mengadakan pemungutan suara Mei mendatang, tepat di ulang tahun referendum 1967 –sebuah tanggal yang didukung oleh mantan Perdana Menteri Tony Abbott.
PM Turnbull mengatakan, hal yang penting untuk menempatkan bahasa dari setiap perubahan dengan tepat, tetapi masih mungkin untuk menahan suara pada tahun 2017.
Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, meneteskan air mata dalam sebuah wawancara tentang pendekatannya terhadap kebijakan Aborijin.Wawancara
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi