BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Mei 2021 Menurun, Jadi Sebegini

Adapun penarikan ULN dalam periode Mei 2021 tetap diutamakan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah.
Erwin menyebutkan di dalamnya termasuk upaya penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang antara lain mencakup sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebanyak 17,8 persen dari total ULN pemerintah.
Kemudian sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 17,2 persen, sektor jasa pendidikan 16,3 persen, sektor konstruksi sebesar 15,4 persen, dan sektor jasa keuangan dan asuransi sebesar 12,6 persen.
"Posisi ULN pemerintah tersebut relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruhnya merupakan ULN dalam jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah," ungkap Erwin.
Di sisi lain, ULN swasta mencatat pertumbuhan yang melambat. Pertumbuhan ULN swasta Mei 2021 tercatat 0,5 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,4 persen (yoy).
Hal ini disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan menjadi 2,3 persen (yoy) dari 4,5 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.
"Kontraksi pertumbuhan ULN lembaga keuangan berkurang menjadi sebesar 6,0 persen (yoy), dari bulan sebelumnya sebesar 9,0 persen (yoy)," katanya.
Erwin juga mengatakan dengan perkembangan tersebut, posisi ULN swasta pada Mei 2021 tercatat sebesar USD 208,7 miliar, relatif stabil dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya.
Bank Indonesia mencatat ada penurunan Utang Luar Negeri Indonesia pada Mei 2021.
- Istana: Daripada Berutang, Lebih Baik Efisiensi
- IKADIN: UU Ketinggalan Zaman, Penagihan Utang Berbau Otoriter
- Eksaminasi Putusan PTUN, IKADIN Soroti Peran Kekuasan Kehakiman
- Arief Poyuono Kaitkan Omongan Prabowo soal Kereta Cepat dengan Utang Negara
- Bertemu Mahfud, Jusuf Hamka Bahas Soal Utang Negara dan Sebuah Surat
- Hashim Tegaskan Prabowo Tak akan Menambah Utang Negara Jika Pendapatan Tidak Naik