Bijak Menilai Pajak

jpnn.com, JAKARTA - Oleh: Founder IndoSterling Group William Henley
Hanya dalam hitungan hari, Tahun 2019 akan segera berakhir. Namun, kerja-kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin tak mengendur sama sekali, terutama Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Maklum, target penerimaan pajak masih jauh panggang dari pada api.
Mengutip paparan Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo dalam pertemuan dengan Komisi XI DPR di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, 11 Desember 2019, penerimaan pajak sampai dengan awal September mencapai Rp 1.136 triliun. Nilai itu setara 72 persen dari target dalam APBN 2019 sebesar Rp 1.577 triliun.
Suryo menyatakan data itu masih belum stabil. Sebab, rentetan penerimaan akan terus bertambah hingga akhir tahun nanti.
Ia pun enggan berandai-andai berapa total penerimaan pajak per akhir tahun ini. Intinya, hitungan persis akan dirilis 31 Desember 2019.
Dalam sebuah perbincangan dua hari setelah rapat di DPR itu, Danny Darussalam Tax Center merilis proyeksi penerimaan pajak tahun ini. Nilainya diperkirakan berada pada rentang Rp 1.318 triliun (86,3 persen target) hingga Rp 1.398 triliun (88,6 persen target).
Sedangkan skenario terburuk DDTC, penerimaan pajak hanya mencapai 83,5 persen dari target atau terjadi shortfall sekitar Rp 259 triliun.
Hanya dalam hitungan hari, Tahun 2019 akan segera berakhir. Namun, kerja-kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin tak mengendur sama sekali, terutama Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan
- Momen Lebaran, Gubernur Harum Beri 3 THR Spesial Untuk Rakyat Kaltim
- Ikuti Jejak Anies, Pramono Gratiskan Pajak Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar
- Ekonom Sebut saatnya Reformasi Fiskal untuk Menjaga APBN
- Tim DJP Jatim III Dilaporkan ke KPK Terkait Pemeriksaan Pajak PT Arion Indonesia
- Sri Mulyani Laporkan Defisit APBN Februari, Jangan Kaget ya!
- YouTuber Ridwan Hanif Bagikan Pengalamannya Gunakan CPD Carnet saat Touring 3 Negara