Bikin Meja-Kursi Cyborg, Finalis Kompetisi Desain Eropa-Asia
Sabtu, 23 Oktober 2010 – 12:32 WIB

Bikin Meja-Kursi Cyborg, Finalis Kompetisi Desain Eropa-Asia
Bengkel kerja Didi merupakan sebuah rumah panggung. Atapnya terbuat dari alang-alang dan berdinding kayu. Hanya dinding depan yang dibuat dari kaca agar furnitur bisa dilihat dari luar. Rumah panggung tersebut berlantai kayu yang dibuat dari serbuk dan serutan sampah produksi mebel. "Ini sisa-sisa serbuk kayu yang saya padatkan. Jadinya begini," jelasnya sambil mencongkel ubin kayu tersebut.
Bukan hanya meja berkaki PC yang dikembangkan Furniture Aktif. Ada juga kursi "cyborg". Rangka kursi itu memang terbuat dari kayu. Tapi, karet yang menjadi bantalan kursi bukan ban seperti kursi umumnya. Didi menggunakan bekas kabel data komputer yang dianyam dan dipaku kukuh di rangka kursi. Kabel data tersebut sangat pas karena memiliki lebar yang hampir sama dengan karet ban. "Sama empuknya dengan ban lah," ujarnya sambil menggoyang-goyangkan badan di atas kursi.
Bukan tanpa alasan Didi menggabungkan dua elemen tersebut. Alasan pertama, tentu bahan baku yang murah. PC bekas yang sudah tak layak pakai dibeli komplet dengan harga Rp 20 ribu Rp 30 ribu. Dia tinggal mengambil casing dan kabel-kabel datanya.
Alasan kedua, PC-PC rongsokan itu sering dibuang percuma. Dengan menggunakannya sebagai kaki-kaki meja, volume sampah elektronik bisa berkurang. Apalagi, lempengan besi yang melindungi komputer itu cukup kuat. "Di luar negeri, barang yang terbuat dari barang bekas dihargai lebih tinggi daripada barang baru," ungkapnya.
Membuat barang-barang bekas menjadi barang apik merupakan kreativitas sehari-hari Didi Diarsa Adiana. Dia berhasil menciptakan furnitur sekolah dari
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara