Bikin Meja-Kursi Cyborg, Finalis Kompetisi Desain Eropa-Asia
Sabtu, 23 Oktober 2010 – 12:32 WIB

Bikin Meja-Kursi Cyborg, Finalis Kompetisi Desain Eropa-Asia
Suami Yessy Yanita Sari itu memang sangat peduli terhadap lingkungan. Pada 1997, dia mengikuti short course bertema environtmental protection di Jepang. Di negara padat teknologi tersebut, Didi melihat bahwa proses daur ulang sudah sangat maju. Bahkan, logam bekas bisa dimanfaatkan untuk mereklamasi pantai.
Kemudian, pada 2002, dia mulai mendapat inspirasi desain mebel saat berkunjung ke Tampere, Finlandia, 2002 silam. Dia melihat bahwa produk alam selalu dipakai ulang. Terutama yang terbuat dari kayu. Produk berbahan kayu akan terus dipakai ulang dengan beragam bentuk. Bahkan, dia melihat sebuah ponsel yang terbuat dari kayu. "Selongsong kayu, dikasih alat-alat elektronik, eh, jadi handphone," katanya.
arena itu, Didi selalu berupaya agar bisa menghasilkan nol limbah alias zero waste. Serat dan serbuk kayu sampah hasil produksi ditampung dan dijual kepada perajin tanaman. Kayu-kayu sisa tersebut biasanya menjadi media tanaman untuk anggrek dan media penyemaian bibit.
Saat masih kuliah di UNJ, Didi menjadi salah seorang aktivis yang ikut turun ke jalan untuk menggulingkan Presiden Soeharto. Dalam demonstrasi, dia banyak berpartner dengan sejumlah aktivis yang kini menghuni Senayan sebagai wakil rakyat. Namun, dia sengaja tak ikut jalur politik sebagai pilihan hidup. "Saya kira, yang begini lebih konkret," ujar Didi yang sedang menunggu kelahiran anak keempat itu. (*/c5/iro)
Membuat barang-barang bekas menjadi barang apik merupakan kreativitas sehari-hari Didi Diarsa Adiana. Dia berhasil menciptakan furnitur sekolah dari
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara