BIN Khawatir, Masih Banyak Hasil Reaktif selama Rapid Test Massal di Surabaya

jpnn.com, SURABAYA - Badan Intelijen Negara (BIN) masih melanjutkan rangkaian rapid test massal di Surabaya, Jawa Timur.
Sesuai arahan dari Kepala BIN Jenderal (purn) Budi Gunawan, kegiatan ini digelar di dua tempat sekaligus, pada Rabu (3/6).
Head of Medical Intelligence Sri Wulandari mengatakan, kegiatan ini sudah memasuki hari ke-6 di Surabaya. Namun, angka reaktif hasil dari rapid test masih sangat tinggi.
Pada lokasi pertama rapid test di sisi barat Masjid Agung Al-Akbar Surabaya, pihaknya telah melakukan rapid terhadap 877 orang.
"Dari total itu hasilnya 77 orang reaktif,” ujar Sri dalam keterangannya, Rabu (3/6).
Namun, untuk swab testnya dilakukan terhadap 79 orang, karena ada dua tambahan PDP dari puskesmas setempat.
Sementara itu, di lokasi kedua rapid test di Kecamatan Gunung Anyar, BIN telah melakukan rapid test terhadap 715 orang. Dari jumlah itu hasilnya 61 orang reaktif.
"Untuk yang swab kita lakukan terhadap 106 orang, ada 50 orang rujukan dari puskesmas dan RS Paru. Sedangkan lima orang menolak untuk ikut swab test,” sambung Sri.
BIN memastikan setiap warga yang reaktif hasil rapid test langsung dilakukan penanganan swab test.
- Akademisi Ungkap 2 Tantangan Tata Kelola Intelejen di Indonesia
- Ingin Lebih Dekat dengan Masyarakat Luas, BIN Luncurkan Akun Resmi di Medsos
- Polisi Periksa Mobil Eks Anggota BIN yang Terbalik di Marunda
- Ciri-Ciri Mayat di Marunda, Ditemukan Kartu Anggota TNI-BIN
- Panglima TNI Menunjuk Letjen Nugroho Sulistyo Budi menjadi Kepala BSSN
- Rapat Bareng Herindra, Yoyok Komisi I Minta BIN Tak Berpolitik di Pilkada 2024