BIN Rangkul Eks Napiter Kembali ke NKRI

jpnn.com, JAKARTA - Perubahan pola serangan teror yang awalnya dilakukan secara tunggal menjadi komunal menuntut strategi penanganan yang berbeda.
Salah satunya melalui program deradikalisasi yang menyasar kalangan narapidana terorisme (napiter) maupun eks napiter.
“Deradikalisasi bertujuan untuk merehabilitasi dan mereintegrasi eks napiter kembali ke masyarakat,” kata Deputi Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto.
Program tersebut dilaksanakan secara terpadu oleh sejumlah kementerian dan lembaga terkait serta melibatkan partisipasi publik.
Dalam praktiknya, deradikalisasi menemui sejumlah kendala. Di antaranya ialah adanya penolakan masyarakat terhadap eks napiter hingga tuduhan belum optimalnya deradikalisasi.
Padahal, banyak eks napiter yang telah hidup normal bahkan menjadi duta antiterorisme.
“Minimnya informasi yang beredar di masyarakat tersebut pada gilirannya telah membentuk persepsi negatif terhadap kebijakan penanganan terorisme,” tambah Wawan.
Perubahan pola serangan teror yang awalnya dilakukan secara tunggal menjadi komunal menuntut strategi penanganan yang berbeda.
- Akademisi Ungkap 2 Tantangan Tata Kelola Intelejen di Indonesia
- Ingin Lebih Dekat dengan Masyarakat Luas, BIN Luncurkan Akun Resmi di Medsos
- Eks Tokoh JI Nasir Abbas Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
- Paguyuban Ikhwan Mandiri Dukung Program Ketahanan Pangan
- Polisi Periksa Mobil Eks Anggota BIN yang Terbalik di Marunda
- Ciri-Ciri Mayat di Marunda, Ditemukan Kartu Anggota TNI-BIN