Bisa Dipidana Jika Tertangkap Ketiga Kali
Kamis, 21 April 2011 – 08:33 WIB
JAKARTA - Pemerintah membuat aturan baru untuk menangani pengguna atau pecandu narkotika. Mulai saat ini, para pecandu atau pengguna itu tidak bisa langsung dijerat pidana. Mereka baru bisa dijerat pidana setelah tertangkap untuk ketiga kalinya. Namun, upaya pemberian ampunan tersebut hanya ditoleransi sampai dua kali. Jika tertangkap polisi sampai ketiga kali, polisi terpaksa menyeret pecandu tersebut pada ranah hukum pidana. Selanjutnya, tetap akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk diadili di persidangan.
Kepala Pelaksanan Harian (Kalahar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Gories Mere mengatakan, penanganan kepada pengguna dan pecandu narkotika saat ini lebih humanis. "Tepatnya setelah keluar PP (Peraturan Pemerintah) tentang wajib lapor pengguna narkotika," tandasnya usai melantik kepala BNN tingkat provinsi dan kabupaten di Jakarta kemarin (20/4).
Jendral bintang tiga itu menjelaskan, dalam aturan yang baru ini para pengguna atau pecandu narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) tidak lantas langsung bisa terkena delik pidana. Tapi, para pecandu tersebut bisa langsung masuk panti rehabilitasi. "Intinya itu tadi, pemerintah menerapkan aturan yang lebih humanis. Mereka itu korban," tandasnya.
Baca Juga:
JAKARTA - Pemerintah membuat aturan baru untuk menangani pengguna atau pecandu narkotika. Mulai saat ini, para pecandu atau pengguna itu tidak bisa
BERITA TERKAIT
- Mencuri 520 Buah Kelapa Sawit di Banyuasin, 2 Tersangka Ditangkap
- Mayat Bocah Laki-Laki Ditinggal di Ruko Kawasan Tambun Bekasi
- Polisi Ringkus Pencuri Kabel di Areal PLTU Sumsel
- WNA Asal Tiongkok jadi Korban Rudapaksa di Bali, Polisi Buru Pelaku
- WNA China Diperkosa Oknum Driver Ojol di Bali, Kejadiannya Begini
- Pembunuhan Sopir Ekspedisi, Brigadir AKS Tembak Kepala Korban 2 Kali