Bisa Jadi Suap untuk Bu Eni Terkait Hal Ini

jpnn.com, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memeriksa Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih bersama delapan orang lainnya yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Jumat (13/7). Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, OTT yang menjaring Eni berkaitan dengan kewenangan Komisi VII DPR yang membidangi pertambangan dan energi.
"Diduga ada transaksi antara pihak swasta dan penyelenggara negara terkait kewenangan Komisi VII," kata Febri di KPK, Jakarta Selatan.
Sedangkan uang suap untuk Eni diduga terkait dengan salah satu proyek PLN. Informasi yang beredar di kalangan wartawan menyebut suap untuk politikus Golkar itu dari pengusaha kondang yang pernah menggarap megaproyek senilai USD 2,3 miliar di Sumatera.
Namun, Febri belum bersedia mengonfirmasi hal itu. Alasannya, Eni dan delapan orang lainnya yang terjaring OTT masih menjalani pemeriksaan.
Febri juga belum bersedia membeber nama ataupun inisial selain Eni yang terjaring OTT. "Saat ini saya belum bisa menyebutkan inisial, jabatan dan suap terkait perkara apa," katanya.(mg1/jpnn)
Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, OTT yang menjaring Eni berkaitan dengan kewenangan Komisi VII DPR yang membidangi pertambangan dan energi.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Febri Diansyah
- Tinggalkan Hasto di Pengadilan, Febri Hadiri Pemeriksaan KPK, Penyidik Ternyata Cuti
- Dipanggil KPK Via WA, Febri Bakal Hadiri Pemeriksaan Setelah Dampingi Hasto Bersidang
- Peradi & DePA RI Dukung Para Advokat yang Tolak Intimidasi KPK kepada Febri Diansyah
- Febri Ditarget KPK Setelah Jadi Pengacara Hasto, Forum Advokat Indonesia Ungkap Kecaman
- 8 Organisasi Advokat Desak KPK Hentikan Kriminalisasi terhadap Febri Diansyah