Bisnis Pengiriman Uang Ke Indonesia Kesulitan Karena Susahnya Membuka Akun Bank
Senin, 07 Desember 2020 – 13:02 WIB

Penyedia layanan jasa pengiriman uang ke Indonesia juga mengalami kesulitan akibat bank di Australia yang banyak menutup akun milik penyedia jasa layanan tersebut. (Reuters: Willy Kurniawan)
Ini tidak saja menjadi berbahaya dan mahal bagi bisnis yang dijalankannya, konsumennya harus bepergian jauh dengan membawa uang tunai karena tidak bisa menggunakan secara online.
Di saat bank berusaha mengurangi resiko melanggar hukum, mereka yang mengirimkan uang terpaksa menggunakan jalur yang tidak resmi yang malah lebih berbahaya.
Laporan tambahan Daniel Ziffer dari artikel bahasa Inggris bisa dilihat di sini
Nilai kiriman uang dari warga Australia ke seluruh dunia untuk membantu keluarga di negara asal mereka mencapai lebih dari Rp 10 triliun setiap tahunnya
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Jadi Bank Paling Terdepan, BTN Raih MSCI ESG Ratings AA
- Pilih Mana Celengan atau Rekening Bank untuk Merencanakan Keuangan
- Gen Z Didorong Melek Finansial melalui Edukasi dan Inovasi Digital
- Gandeng Schroders & Fullerton, BNI Luncurkan Layanan Wealth Management di Singapura
- Survei Ipsos Ungkap Bank Digital Paling Populer di Kalangan Anak Muda
- ETF XIPB, Inovasi Investasi Saham Perbankan di Pasar Modal