Bisnis Properti Bergantung pada Segmen Bawah
jpnn.com - JPNN.com – Gelontoran dana yang masuk dari tax amnesty dinilai belum akan berdampak signifikan bagi bisnis properti.
Pasalnya, para pengembang meyakini dana tebusan yang masuk bakal lebih difokuskan untuk menggenjot proyek infrastruktur.
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur, Happy Gunawarman menjelaskan dana tebusan baru berdampak jika pemerintah menginstruksikan agar dana di investasikan ke properti.
Seperti pembangunan superblok atau hunian vertikal yang kini penjualan terus terkerek.
“Namun, sepertinya hal itu tak akan terjadi. Karena itu, kami yakin dana tebusan tak berdampak besar bagi bisnis ini (properti),” ujar dia kepada Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Senin (2/1).
Menilik hal itu, Happy mengaku jika kondisi bisnis properti tahun ini tak akan beda jauh dengan tahun lalu.
Dimana penjualan segmen midle-up cenderung stagnan. Bahkan, seolah tak bergerak.
“Tahun lalu, segmen lowend mencatatkan pertumbuhan paling signifikan. Yakni hingga menyentuh 20 persen. Hal itu dikarenakan kondisi ekonomi yang buruk, sehingga daya beli segmen premium menurun,” bebernya.
Meski demikian, dia meyakini penjualan rumah primary bakal bertumbuh tahun ini. Hal itu dipicu kebutuhan rumah yang terus meningkat berbarengan dengan banyaknya keluarga baru.
JPNN.com – Gelontoran dana yang masuk dari tax amnesty dinilai belum akan berdampak signifikan bagi bisnis properti.
- Pra-Penjualan LPKR Mencapai Rp 1,5 Triliun di Kuartal I/2024
- Arif Maulana Kembangkan Perumahan Subsidi untuk Pekerja Informal di Serang
- Sarana Jaya Gandeng Jakarta Tourisindo Garap Potensi Pariwisata di Selatan Jakarta
- Infrastruktur Kawasan Industri Cikarang Terus Berkembang, LPCK Diuntungkan
- LPKR Pastikan Lokasi Rumah Strategis, Fasilitas Mumpuni, Harga Terjangkau
- John Riady Tegaskan Komitmen LPKR Terapkan Prinsip ESG