Bisnis Startup Bikin Okupansi Perkantoran Meningkat

Disinggung mengenai kondisi pasar properti hunian, khususnya di kelas menengah, pihak JLL Indonesia menyebutkan pasar masih rentan terhadap fluktuasi rupiah dan naiknya suku bunga acuan.
Menurut Head of Residential JLL Luke Rowe, kedua faktor sangat memengaruhi ditambah lagi faktor Pemilu 2019 mendatang serta ketidakpastian ekonomi.
Menurut dia, kalaupun ada, satu area yang berpotensi tumbuh adalah wilayah pertumbuhan baru yang dekat atau terintegrasi dengan infrastruktur transportasi, terutama light rail transit (LRT).
Tipe hunian tersebut ditambah dengan sasaran pasar menengah ke bawah, masih sangat menjanjikan.
Selama triwulan ketiga 2018, penjualan unit-unit hunian vertikal di sepanjang jalur LRT menunjukkan angka positif.
Terutama unit-unit ukuran kecil dengan harga terjangkau maksimal Rp 20 juta per meter persegi. (agf/c25/oki)
Okupansi perkantoran di area Jakarta, baik yang berada di central business district (CBD) maupun non-CBD, mengalami meningkat.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- BUKA Beberkan Bukti dalam Sidang Lanjutan PKPU Melawan Harmas Jalesveva
- Mandiri Capital Indonesia: 5 Startup ini Terpilih dalam Program Zenith Akselerator 2025
- 3 Sekuriti jadi Tersangka Setelah Amankan Pengacara yang Diduga Menyusup ke Perkantoran
- Perkantoran dan Hunian di IKN Sudah Siap Dipakai pada Desember 2024
- Begini Strategi BINUS Business School Mendorong Ketahanan Startup
- 3 Startup Ini Berhasil Mencuri Perhatian di Startup4Industry 2024