BNP2TKI Target Latih 5.000 CPMI dalam Upgrading Skill 2019

Tahun 2017, telah dilaksanakan upgrading skill pelaut awak kapal (hospitality) sea based kepada sebanyak 1.244 orang, serta tahun 2018 telah melaksanakan upgrading skill kepada ABK pelaut perikanan sebanyak 401 orang.
Tujuan penempatan Korea Selatan dengan dana dari Kemendikbud serta untuk hospitality sea based (awak kapal) sebanyak 1.180 orang dengan tujuan negara di Eropa dan Amerika dengan dana dari BNP2TKI.
Sementara itu, Sukiyo menyampaikan bahwa pada 2019 sudah direncanakan dukungan guna melatih 4.992 CPMI dan dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan.
Anggota Komisi IX DPR-RI Ayub Khan mengapreasiasi BNP2TKI yang telah mengajak dirinya untuk berdiskusi sehingga tahu kondisi riil yang ada saat ini.
“Program upgrading skill ini sangat penting, guna meningkatkan kemampuan, keterampilan dan kualitas PMI yang memang sudah terkenal santun. Biasanya kekurangan PMI itu dari segi bahasa.” ungkap Ayub.
Ayub menyampaikan bahwa menurut UU No. 18 tahun 2017 Pasal 40 menekankan bahwa pemerintah daerah provinsi memiliki tugas dan tanggungjawab.
Begitu juga pasal 41 di mana pemerintah kabupaten dan kota memiliki tugas dan tanggung jawab dalam hal penempatan PMI.
“Harapannya BP3TKI bisa berperan menjembatani dalam hal kordinasi dengan pemda provinsi dan kabupaten/kota tersebut. Tujuan pemerintah itu melayani masyarakat secara maksimal khususnya para PMI, dan begitu juga tugas kami di dewan, untuk memastikan pemerintah bisa maksimal memberikan pelayanan kepada para PMI” pungkas Ayub. .
Peran aktif BNP2TKI sangat menentukan terselenggaranya kegiatan upgrading skill pada 2019.
- Himsataki Taruh Harapan Besar pada Menteri Perlindungan PMI dan Menaker yang Baru
- Anak Buah AKBP Triyadi Bergerak, Mbak Natalia Cs Gagal Berangkat ke Malaysia
- Memerdekakan Pekerja Migran, Kepala BP2MI: Negara Tidak Boleh Kalah dari Sindikat
- BNP2TKI: Polandia Sebagai Negara Potensial Bagi PMI
- Tokoh NTT Menyoroti Persoalan Perdagangan Manusia Berkedok TKI Ilegal
- Jepang Butuh 350 Ribu Pekerja Lulusan SMK, Indonesia Hanya Pasok 100 Ribu