Boeing dan Hercules Dikerahkan, Demi Merah Putih!

Memang, ketika ada program pemberangkatan pemain oleh Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi tersebut, Nurain sudah berada di Jakarta. Karena tidak ada rencana berangkat ke luar negeri, dia tidak mengantongi paspornya.
Pihak keimigrasian pun awalnya menolak untuk mengizinkan Nurain masuk dalam rombongan. Sebab, kalau dibuatkan paspor baru, akan terjadi duplikasi. Hal itu tentu saja merupakan pelanggaran hukum baru.
Nah, sebagai solusi, salah seorang anggota Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat) di Jakarta menelepon keluarga Zulham di Ternate untuk menyerahkan paspor Nurain ke pihak keimigrasian Maluku Utara.
’’Paspor saya yang di Ternate dibatalkan, baru pihak keimigrasian di Jakarta mengeluarkan paspor baru. Saya akhirnya bisa berangkat ke Bangkok,’’ kenangnya.
’’Tapi, saat itu ada banyak anggota keluarga pemain yang tidak punya paspor. Mereka langsung diuruskan dan jadi hari itu juga,’’ lanjut ibunda pemain Persib Bandung tersebut.
Dengan naik pesawat milik TNI, Nurain dan sejumlah keluarga pemain menempuh perjalanan selama lima jam.
Selama itu, mereka diberi makanan ringan empat kali. Hanya, yang membuat Nurain tidak habis pikir sepanjang penerbangan adalah tidak adanya ilustrasi standar keamanan seperti di penerbangan umumnya.
’’Kami hanya disuruh berdoa, terus naik pesawat, dan terbang. Kalau ada apa-apa, saya tidak tahu mereka menyimpan parasutnya di mana, pelampungnya juga di mana. Saya pasrah saja kepada Allah,’’ cerita perempuan 47 tahun itu, lantas tertawa.
JPNN.com – Sudah tentu, dukungan suporter sangat berarti bagi para pemain Timnas Indonesia.
- Target PSSI Setelah Timnas Indonesia Masuk Ranking 123 FIFA
- Mathew Baker Siap Bantu Garuda Muda Kalahkan Korea
- Laga Perdana Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Tidak Gentar Lawan Korea Selatan
- FIFA Umumkan Ranking Terbaru, Timnas Indonesia Cetak Sejarah
- Doa Ketum PSSI Mengiringi Perjuangan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 2025
- Piala Asia U-17 2025: Jadwal Lengkap Timnas Indonesia