Bohong
Franklin menjadi jurnalis dan penerbit semasa muda. Dalam salah satu berita yang ditulisnya dia sengaja memberitakan seseorang telah meninggal dengan memuatnya di halaman obituari. Ternyata orang tersebut masih hidup, tetapi oleh Franklin sengaja ‘’dimatikan’’, karena dia adalah pesaing bisnisnya.
Selain itu, ia memproduksi sebuah koran palsu dengan berita yang berisi tentang pengulitan kepala terhadap orang-orang Indian-Amerika.
Berita itu ditujukan untuk menyebar ketakutan di kalangan penduduk pribumi Indian yang masih memberontak terhadap orang kulit putih. Berita bohong itu terbukti sukses menjatuhkan mental orang Indian.
Sampai sekarang gambar Franklin diabadikan di setiap lembar uang dolar Amerika, dan di atasnya tertera kalimat ‘’In God We Trust’’. Salah satu ucapan Franklin yang menjadi legend adalah ‘’Honesty is the best policy’’, kejujuran adalah kebijakan terbaik.
Kebohongan tidak dihukum, tetapi malah dipuja-puja. Tidak hanya di Amerika, tetapi di mana-mana, termasuk di negeri kita. (*)
Dalam catatan Tom Phillpis banyak tokoh-tokoh besar dunia yang menjadi terkenal justru karena bohong.
Redaktur : Adek
Reporter : Cak Abror
- Julukan Hujjatul Islam untuk Rocky Gerung
- Rocky Gerung, dari Ucapan Dungu ke Bajingan Tolol
- Survei Utting Research & Potensi Kejutan di Pilpres 2024
- Jalan Pintas MbS Merevolusi Sepak Bola Arab Saudi
- Antara Sinead O’Connor Si Tak Terbandingkan & Pembakar Al-Qur'an
- Tragedi Kanjuruhan & Gelak Tawa Kekuasaan