Bom Bunuh Diri Berulang, Penegak Hukum Perlu Diinvestigasi
Selasa, 27 September 2011 – 16:15 WIB

Bom Bunuh Diri Berulang, Penegak Hukum Perlu Diinvestigasi
JAKARTA - Ketua Komisi I DPR, Mahfud Siddiq menegaskan, investigasi kelembagaan terhadap aparat penegak hukum sangat penting dilakukan. Hal ini terkait kasus bom bunuh diri di GBIP, Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/9).
"Karena kita tahu sebagaimana penjelasan Kepala BIN bahwa informasi intelijen tentang adanya enam calon pengantin yang dipersiapkan sebelum kasus bom Cirebon ini sudah disampaikan ke aparat penegak hukum. Nah, tetapi terjadi kasus bom Cirebon berlanjut kasus Solo," kata Mahfud, Selasa (27/9), di Jakarta.
Politisi PKS itu menegaskan, yang diinginkan adalah jangan sampai aparat intelijen sudah bekerja secara maksimal, namun karena kewenangan terbatas dan memang harus dibatasi, tapi tidak ditindak lanjuti secara efektif oleh aparat penegak hukum. "Saya setuju ini diperiksa, diinvestigasi," jelasnya.
Menurut dia, ke depan Komisi I akan mengatur dalam UU Intelijen, agar fungsi koordinasi BIN dengan lembaga penegak hukum harus lebih jelas. "Sehingga tidak boleh nanti ada informasi intelijen yang disampaikan BIN ini terabaikan begitu saja oleh lembaga penegak hukum sehingga harus ada respon cepat sehingga antisipasi itu bisa berjalan," jelasnya lagi.
JAKARTA - Ketua Komisi I DPR, Mahfud Siddiq menegaskan, investigasi kelembagaan terhadap aparat penegak hukum sangat penting dilakukan. Hal ini terkait
BERITA TERKAIT
- Legislator PDIP Stevano Dorong MA Segera Membentuk Kamar Khusus Pajak
- RUU TNI Dibahas di Panja, Syamsu Rizal Soroti Mekanisme Penempatan hingga Anggaran
- Komisi III Dukung Sanksi PTDH untuk Oknum Polisi Terlibat Pemerasan di Kepri
- Soal Ketenagakerjaan, Bang Lukman Sampaikan Pesan untuk Pram dan Rano Karno
- Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Jadi Anomali, Hinca Pertanyakan Sistem Rekrutmen Polri
- Dukung Revisi UU TNI, Jenderal Agus: Disesuaikan dengan Permasalahan