Bom Bunuh Diri Renggut 48 Nyawa
Selasa, 05 Maret 2013 – 06:47 WIB

Bom Bunuh Diri Renggut 48 Nyawa
Meski target serangan bom adalah kawasan permukiman Syiah, banyak pula warga Sunni yang menjadi korban. Aksi protes pun mencuat dari seluruh lapisan masyarakat.
"Pemerintah harus mempersenjatai kami untuk melawan para teroris jika aparat keamanan gagal menyeret mereka ke pengadilan," ucap Azam Khan, seorang Muslim Suni yang ikut mengevakuasi sejumlah korban tewas ke rumah sakit. "Kami akan memilih mereka yang bisa menumpas para teroris itu. Kami tidak mau tertipu lagi dengan janji-janji kosong," seru Azam.
Ribuan warga kemarin turun ke jalan untuk mengantarkan para korban ke pemakaman. Insiden terjadi seusai prosesi pemakaman itu. Pelayat yang marah membakar dua truk di dekat jalan tol di pinggir Karachi. Insiden lain dilaporkan terjadi. Aksi penembakan berlangsung di kawasan Sohrab Goth setelah para pelayat selesai memakamkan korban. Tak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
Publik juga meluapkan kemarahan atas serangan bom itu. Aksi demontrasi terjadi di kawasan Numaish Chowrangi. Massa membakar ban untuk memblokade jalan di sana. Aliansi Jafria, yang didukung oleh Majlis-i-Wahdat-i-Muslimin dan organisasi Syiah lain, menyerukan mogok. Asosiasi para pedagang dan transportasi lokal pun memilih untuk tak beroperasi kemarin. "Tak ada transportasi umum yang melintas di jalan hari ini (kemarin)," terang Irshad Bukhari, pimpinan Karachi Transporters Ittehad.
KARACHI--Konflik sektarian di Pakistan, terutama yang menarget warga Syiah, kembali terjadi. Ledakan bom, yang diduga sebagai serangan bunuh diri,
BERITA TERKAIT
- Demo di Akhir Pekan, Ribuan Warga Amerika Kecam Persekutuan Elon Musk & Donald Trump
- 19 Juta Jiwa Jadi Korban Gempa, Junta Myanmar Masih Sibuk Urusan Perang Saudara
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika