Bos Konsorsium Proyek E-KTP Digarap KPK

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Ketua Konsorsium Percetakan Negara RI (PNRI) Isnu Edhi Wijaya.
Isnu akan digarap sebagai saksi korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.
Isnu akan diperiksa untuk tersangka pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.
"Dia akan diperiksa untuk tersangka AA (Andi Agustinus)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (31/3).
Selain itu, penyidik juga memanggil Kepala Seksi Biodata Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga Direktorat Pendaftaran Direktorat Jenderal Kependudukan Catatan Sipil Diah Anggraeni.
Diah juga akan diperiksa untuk Andi Narogong yang kini sudah menjadi penghuni sel KPK.
Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan tiga tersangka. Selain Andi, tersangka mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto sudah diajukan ke persidangan.
Dalam dakwaan jaksa KPK di persidangan terungkap bahwa Irman, Sugiharto, Andi, Isnu, mantan Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraini, Ketua Fraksi Partai Golkar yang kini menjabat Ketua DPR Setya Novanto, dan Ketua Pengadaan Barang/Jasa Ditjen Dukcapil Drajat Wisnu Setiawan didakwa melakukan perbuatan hukum bersama-sama dalam proyek e-KTP.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Ketua Konsorsium Percetakan Negara RI (PNRI) Isnu Edhi Wijaya.
- GMSK Dukung KPK Dalami Keterlibatan Febrie Diansyah di Kasus TPPU SYL
- KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Febri Diansyah
- Pengacara Ungkap Tiga Kelemahan Jaksa Jawab Eksepsi Hasto, Silakan Disimak
- Jaksa KPK Mengakui Delik Perkara Hasto Bukan terkait Kerugian Negara
- Guntur Romli Tuduh KPK Pakai Cara Kotor untuk Ganggu Pembelaan Hasto
- Jaksa KPK Tegaskan Perkara Hasto Murni Penegakan Hukum