BOS Maksimal 20 Persen untuk Gaji Honorer
Kamis, 09 Juni 2011 – 22:49 WIB

BOS Maksimal 20 Persen untuk Gaji Honorer
Angka 20 persen itu muncul, katanya, berdasarkan evaluasi dan analisis dari struktur pengeluaran sekolah. Mantan Rektor ITS itu mengharapkan agar sekolah negeri lebih berhati-hati dalam merekrut dan mengangkat guru honorer.
“Dari struktur anggaran pengeluaran sekolah itu kita lihat, dibagian mana yang pengeluarannya lebih besar. Namun, kita tidak mungkin melarang dana BOS digunakan untuk pembayaran gaji guru, karena ada guru honorer itu tadi. Maka dari itu diperlukan ada perlakuan berbeda antara sekolah negeri dan swasta,” pungkas Nuh.
Dijelaskan, untuk sekolah swasta memang ada keleluasaan dalam mengelola dana BOS. Ini mengingat sekolah swasta diperbolehkan untuk melakukan pungutan biaya. “Sekolah swasta jika kekurangan untuk membayar guru honorer, sekolah masih bisa memungut biaya pendidikan kepada orang tua peserta didik. Tetapi ada juga beberapa daerah yang sekolah negeri dan swastanya gratis 100 persen, karena pemerintah daerahnya memberikan back-up total. Contohnya, di Surabaya, Jawa Timur,” imbuhnya. (cha/jpnn)
JAKARTA -- Pihak sekolah dilarang seenaknya menggunakan Bantuan Operasional sekolah (BOS). Bahkan, untuk urusan penggajian guru honorer, tetap dilarang
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Polisi Berlakukan Contraflow di Jalur Nagreg Menuju Bandung
- Golkar Aceh Mendukung Program PP AMPG untuk Bersihkan 444.000 Rumah Ibadah di Indonesia
- Arus Balik Lebaran, ASDP Imbau Pemudik Beli Tiket Sebelum ke Pelabuhan
- Warga Bojongsoang Geger Temuan Mayat Bayi di Tumpukan Sampah
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Polres Tanjung Priok Intensifkan Patroli Selama Libur Lebaran