BPIP Ungkap Keistimewaan Desa Adat Bangkala di Bali, Daerah Lain Sebaiknya Mencontoh

Sementara itu, Kepala Desa Bangkala I Made Astika mengucapkan terima kasih kepada BPIP yang sudah mengunjungi daerahnya.
Dia menjelaskan belum diketahui pasti asal-usul sejarah turun-temurunnya kelainan kepada sejumlah masyarakat tersebut.
Dia menegaskan tidak pernah menyalahkan sejarah, tetapi bagaimana ke depan untuk membuat kebijakan supaya masyarakatnya terus hidup berdampingan dan hidup sejahtera.
“Meski memiliki hak yang sama, tetapi mereka tidak memiliki kewajiban yang sama, seperti tidak diminta iuran atau diberikan beban lainnya. Justru mereka diproritaskan, seperti bantuan-bantuan dari pemerintah dan lainnya," kata Kades Bangkala.
Dalam kunjungannya, BPIP juga memberikan komik Pancasila kepada murid SDN 2 Bangkala dan cenderamata kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut juga hadir Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Samuel Wattimena, Ketua Umum AGPPKnI Unro, dan Budayawan Ngatawi Al-Zastrow.
Selain itu juga hadir Direktur Pusat Kajian Agama dan Budaya atau Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Idris Hemay. (mrk/jpnn)
Kunjungan kerja BPIP mengungkap keistimewaan Desa Adat Bangkala di Bali dalam mengelola keragaman sehingga masyarakatnya terus hidup berdampingan
- ASDP: Arus Balik di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Meningkat
- Yayasan Sole Family Bali dan Perjuangan Melawan Ketidakberdayaan
- Keamanan Wisata Air di Bali Dipertanyakan Setelah Turis Australia Meninggal
- Lapangan Tenis Belum Diserahterimakan, Sudah Dipakai Turnamen Internasional
- Ekspansi Berlanjut, DAIKIN Resmikan Proshop Showroom ke-4 di Bali
- Legislator PDIP Sebut Bandara Buleleng Bakal Memperberat 'Overtourism' di Bali